Cuaca Ekstrem Mengakibatkan Kapal Nelayan Karam di Pantai Pasir Putih Bengkulu dan Menyisakan Satu Korban Hilang

Hujan Lebat dan Angin Kencang Menghantam Perairan Bengkulu hingga Memicu Karamnya Kapal Nelayan
Cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang melanda Kota Bengkulu pada Minggu 5 April 2026 sore dan menyebabkan insiden kecelakaan laut di kawasan Pantai Pasir Putih. Kondisi tersebut memicu sebuah kapal nelayan karam sekitar pukul 16.35 WIB ketika dua nelayan lanjut usia tengah beraktivitas di perairan tersebut.
Dalam peristiwa itu, dua nelayan asal Kelurahan Lempuing, Kota Bengkulu, menjadi korban. Satu nelayan bernama Beri (62) berhasil menyelamatkan diri, sementara rekannya, Ujang Sidik (62), terseret arus dan hingga kini masih dinyatakan hilang. Situasi cuaca yang memburuk secara tiba-tiba memperburuk kondisi di laut dan membuat kapal tidak mampu bertahan dari gelombang tinggi.
Nelayan Beri Menyelamatkan Diri Setelah Kapal Kemasukan Air di Tengah Gelombang Tinggi
Korban selamat, Beri, menceritakan bahwa kapal mulai kemasukan air saat gelombang besar menghantam perairan sekitar pukul 16.20 WIB. Ia kemudian berusaha bertahan di tengah kondisi kapal yang semakin tidak stabil hingga akhirnya kapal benar-benar terbalik.
Dalam kondisi panik, Beri sempat mencoba menolong Ujang Sidik yang masih berada di dekatnya. Namun arus kuat membuat pegangan mereka terlepas sehingga Ujang terseret ke laut lepas. Beri kemudian berenang menuju daratan dan berhasil menyelamatkan diri meski masih dalam kondisi syok akibat kejadian tersebut.
Tim SAR Gabungan Melakukan Pencarian Terhadap Nelayan yang Hilang di Pantai Pasir Putih
Tim SAR gabungan segera melakukan operasi pencarian setelah menerima laporan insiden kapal karam di Pantai Pasir Putih. Humas Basarnas Bengkulu, Mega Maysilva, membenarkan bahwa pihaknya langsung mengerahkan personel untuk menyisir lokasi kejadian bersama unsur terkait.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bengkulu, Made Ardana, menyampaikan bahwa tim gabungan bergerak cepat dengan melibatkan Basarnas, TNI, Polri, BPBD, pemadam kebakaran, serta relawan masyarakat. Petugas juga mengerahkan perahu karet dan peralatan SAR lainnya untuk memperluas area pencarian meski kondisi cuaca dan gelombang masih menyulitkan proses evakuasi.
Hingga Minggu malam, tim masih terus melakukan penyisiran di sepanjang perairan dan garis pantai untuk menemukan keberadaan Ujang Sidik. Namun, keterbatasan jarak pandang dan tingginya gelombang laut menghambat upaya pencarian yang terus berlangsung di lokasi kejadian.
