Bus Damri Rute Sintang–Pontianak Mengalami Kecelakaan di Sanggau dan Menewaskan Penumpang

Kecelakaan lalu lintas melibatkan bus Damri rute Sintang–Pontianak terjadi di Jalan Raya Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, pada Minggu (5/4/2026). Peristiwa ini menewaskan satu penumpang dan melukai seorang penumpang lainnya secara serius. Petugas medis juga merawat beberapa penumpang lain yang mengalami luka dan membutuhkan penanganan intensif di fasilitas kesehatan setempat. Bus Damri tersebut melaju dari arah Sintang menuju Pontianak saat kecelakaan berlangsung. Aparat kepolisian bersama petugas terkait segera mendatangi lokasi kejadian untuk mengevakuasi korban, mengamankan area, dan mengatur arus lalu lintas di sekitar titik kecelakaan.
Damri Cabang Pontianak Menyampaikan Belasungkawa dan Menyalurkan Bantuan Korban
General Manager Damri Cabang Pontianak Ahmad Bukhari menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban kecelakaan tersebut. Ia menegaskan bahwa perusahaan turut merasakan duka dan memberikan perhatian kepada seluruh penumpang yang terdampak. Damri juga menyalurkan bantuan serta mendampingi proses perawatan bagi korban yang masih menjalani pemulihan di rumah sakit.
Manajemen Damri menggerakkan tim lapangan untuk membantu proses evakuasi, berkoordinasi dengan pihak rumah sakit, kepolisian, dan instansi terkait agar penanganan korban berjalan cepat dan terarah. Perusahaan juga menegaskan komitmen untuk mengevaluasi aspek keselamatan operasional secara menyeluruh setelah insiden tersebut guna mencegah kejadian serupa pada masa mendatang.
Kepolisian dan Tim Investigasi Menyelidiki Penyebab Kecelakaan Bus Damri di Sanggau
Petugas kepolisian masih menyelidiki penyebab kecelakaan yang melibatkan bus Damri tersebut di Kabupaten Sanggau. Aparat belum menyimpulkan faktor utama yang memicu insiden dan terus mengumpulkan keterangan dari saksi serta pihak terkait di lokasi kejadian. Tim investigasi juga memeriksa kondisi kendaraan untuk membantu proses analisis.
Pihak berwenang juga mengkaji aspek keselamatan transportasi dan mengumpulkan data pendukung dari berbagai sumber guna memastikan kronologi kejadian secara akurat. Kepolisian berkomitmen menyampaikan hasil penyelidikan setelah proses pemeriksaan selesai agar publik memperoleh informasi yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.
