Jenazah Mahasiswi Trisakti Korban Kecelakaan Kereta Bekasi Timur Tiba di Jambi dan Disambut Tangis Keluarga

Keluarga menyambut kedatangan jenazah dengan duka mendalam di rumah duka
Jenazah Nur Alimantun Citra Lestari, korban kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur, tiba di Kota Jambi pada Rabu (29/4/2026) pagi. Setibanya di Bandara Sultan Thaha, jenazah langsung dibawa menuju rumah duka di RT 13, Kelurahan Sungai Asam, Kecamatan Pasar, Kota Jambi menggunakan ambulans.
Sekitar pukul 08.15 WIB, jenazah tiba di rumah duka dan langsung disambut tangisan keluarga. Suasana haru semakin terasa ketika peti jenazah dibuka, sehingga keluarga yang hadir tidak mampu menahan kesedihan mereka atas kepergian korban.
Orang tua korban mengungkap momen terakhir sebelum kecelakaan terjadi
Nur diketahui merupakan mahasiswi Sekolah Tinggi Manajemen Asuransi Trisakti yang baru memasuki semester empat. Ia merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara dan selama ini tinggal bersama kakak laki-lakinya.
Ayah korban, Ruslan, mengungkapkan bahwa putrinya baru saja pulang dari aktivitas kuliah saat kecelakaan terjadi pada Senin (27/4/2026) malam. Namun, sejak malam kejadian, keluarga kehilangan kontak dengan korban.
Kakak korban kemudian berusaha mencari informasi hingga akhirnya mendapatkan kepastian pada keesokan harinya sekitar pukul 16.30 WIB. Kabar tersebut memastikan bahwa Nur menjadi salah satu korban dalam kecelakaan tragis tersebut.
Kecelakaan kereta di Bekasi Timur menewaskan puluhan korban
Insiden kecelakaan terjadi ketika Kereta Api Argo Bromo Anggrek bertabrakan dengan kereta rel listrik di Stasiun Bekasi Timur. Peristiwa tersebut bermula dari sebuah taksi yang berhenti di tengah perlintasan rel tidak jauh dari lokasi kejadian.
Taksi tersebut kemudian tertabrak KRL yang melaju dari arah Cikarang menuju Jakarta. Dalam situasi itu, rangkaian kereta akhirnya mengalami tabrakan yang menimbulkan banyak korban jiwa.
Peristiwa tragis tersebut mengakibatkan total 15 orang meninggal dunia serta puluhan lainnya mengalami luka-luka. Hingga kini, pihak terkait masih terus melakukan penanganan dan evaluasi untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan.
