Jalan Pantura Indramayu Berlubang dan Minim Penerangan, Warga Khawatir Risiko Kecelakaan Meningkat

Lubang besar terlihat menganga di sejumlah titik Jalur Pantura Indramayu, Jawa Barat, terutama di Desa Langut, Kecamatan Lohbener, Kamis (5/2/2026). Kondisi jalan yang rusak dan minim penerangan pada malam hari membuat warga setempat khawatir terhadap potensi kecelakaan lalu lintas.
Lubang dengan diameter bervariasi tersebar tidak beraturan di badan jalan. Jalur tersebut merupakan akses utama kendaraan dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah maupun sebaliknya, sekaligus dilalui warga sekitar dan para pelajar.
Warga Soroti Bahaya Lubang Jalan bagi Pelajar dan Pengendara Malam Hari
Deden (34), pedagang asongan yang berjualan di dekat SMK Ma’arif Langut, mengaku cemas melihat kondisi tersebut. Ia menilai pelajar yang belum mahir berkendara berisiko mengalami kecelakaan, terlebih banyak kendaraan besar melintas di jalur tersebut setiap hari.
Menurut Deden, perbaikan sempat dilakukan menjelang akhir tahun lalu. Namun, setelah musim hujan dan libur Natal dan Tahun Baru, tambalan jalan kembali rusak dan memunculkan lubang baru.
Kondisi serupa juga muncul di wilayah Kecamatan Losarang. Di Desa Muntur, sejumlah lubang dengan ukuran hampir sama terlihat di beberapa titik jalan dan berpotensi membahayakan pengguna jalan.
Saripah (40), pemilik warung di tepi Jalur Pantura Losarang, mengaku sering mendengar suara benturan keras kendaraan yang menghantam lubang, terutama pada malam hari. Minimnya penerangan membuat pengendara sulit menghindari kerusakan jalan tersebut.
Perbaikan Jalur Pantura diketahui menjadi kewenangan pemerintah pusat. Warga berharap perbaikan menyeluruh segera dilakukan agar risiko kecelakaan dapat ditekan, khususnya di kawasan yang ramai aktivitas pelajar dan kendaraan berat.
