Dua warga Desa Besuki, Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, meninggal dunia setelah longsoran tanah dan batu menimbun mereka saat menggali sumur pada Senin (3/8/2026). Tim gabungan membutuhkan waktu sekitar 13 jam untuk mengevakuasi kedua korban.
Korban bernama Jumiyo (53), warga Dusun Kebun Duren, Desa Besuki, dan Nur Rohman, warga Dusun Bungur, Desa Besuki. Keduanya menggali sumur milik Bibit, warga setempat yang saat ini bekerja di Kalimantan.
Longsoran Menimbun Dua Pekerja di Dasar Sumur
Peristiwa terjadi sekitar pukul 11.27 WIB ketika Jumiyo dan Nur Rohman menggali sumur dengan kedalaman sekitar 20 meter. Saat keduanya bekerja, tanah dan bebatuan dari bibir sumur tiba-tiba longsor lalu menimbun mereka di bagian dasar.
Hendro, perangkat Desa Besuki, mengetahui kejadian tersebut dan segera melaporkannya kepada Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta Pos BPBD Kecamatan Panggul sekitar pukul 11.35 WIB. Setelah menerima laporan, personel TNI dan Polri langsung menuju lokasi untuk membantu proses penanganan.
Tim BPBD dan Basarnas Kabupaten Trenggalek kemudian tiba sekitar pukul 15.00 WIB. Selanjutnya, Basarnas, BPBD, TNI, Polri, tenaga medis, dan warga setempat bergabung dalam proses pencarian dan evakuasi.
Tim Gabungan Mengeluarkan Korban Setelah Bekerja 13 Jam
Petugas menghadapi medan sulit karena kedua korban berada di dasar sumur sedalam sekitar 20 meter dengan ruang kerja yang sempit. Selain itu, material tanah dan bebatuan masih menimbun tubuh korban sehingga tim harus menggunakan peralatan penyelamatan khusus dari Basarnas Pos SAR Trenggalek.
Setelah bekerja lebih dari 13 jam, tim gabungan akhirnya berhasil mengeluarkan kedua korban dari dalam sumur pada Selasa (4/8/2026) sekitar pukul 01.15 WIB. Petugas medis kemudian melakukan visum terhadap kedua jenazah sebelum menyerahkannya kepada keluarga untuk proses pemakaman.
Selain membantu evakuasi, Tim Inafis Satreskrim Polres Trenggalek melakukan olah tempat kejadian perkara dan penyelidikan. Pemeriksaan awal menunjukkan bahwa Jumiyo dan Nur Rohman meninggal akibat kecelakaan kerja saat melakukan penggalian sumur.
