Seorang bocah berusia 10 tahun berinisial DG meninggal dunia setelah lehernya terjerat tali tambang yang terpasang pada sebuah pohon di Dusun Serba Indah, Desa Cempaka Timur, Kecamatan Sungkai Jaya, Lampung Utara, Lampung.
Peristiwa tragis tersebut terjadi pada Kamis (6/8/2026) sekitar pukul 21.00 WIB. DG yang masih duduk di kelas 3 sekolah dasar diketahui bermain seorang diri di bawah pohon yang selama ini menjadi tempat bermain anak-anak di lingkungan tersebut.
Kasatreskrim Polres Lampung Utara AKP Ivan Roland Cristofel menjelaskan, warga biasa menggunakan tali tambang yang terpasang di pohon itu sebagai ayunan.
DG Bermain Sendirian Saat Hari Mulai Gelap
Sebelum kejadian, DG keluar rumah untuk bermain di sekitar pohon tersebut. Setelah sekitar 15 menit, kakaknya yang berinisial MB (17) memanggil DG karena hari sudah malam.
Namun, DG tidak menjawab panggilan tersebut. MB kemudian keluar rumah untuk mencari adiknya.
Saat tiba di lokasi, MB menemukan DG dalam kondisi tergantung pada tali yang terikat di pohon. Kaki korban masih menyentuh tanah ketika sang kakak menemukannya.
MB kemudian berteriak meminta pertolongan. Bibi korban berinisial SM (33) yang berada di dalam rumah segera mendatangi lokasi setelah mendengar teriakan tersebut.
Keluarga dan Warga Segera Menolong Korban
Keluarga bersama warga kemudian melepaskan tali yang menjerat leher DG. Warga juga memberikan pertolongan setelah menemukan korban dalam kondisi tersebut.
Polisi masih menangani penyelidikan untuk mengetahui secara pasti bagaimana DG bisa terjerat tali ayunan saat bermain seorang diri. Hingga saat ini, pihak kepolisian menyampaikan bahwa pohon dan tali tersebut memang sudah lama digunakan anak-anak sekitar sebagai tempat bermain.
Peristiwa ini menjadi perhatian terhadap pentingnya pengawasan orang dewasa ketika anak bermain, terutama di sekitar fasilitas atau benda yang berpotensi membahayakan keselamatan.
