Winarso (27), warga Lampung Utara, membagikan kisah perjuangannya setelah kecelakaan membuat empat tulang di tubuhnya patah. Kondisi itu membuat pria yang menjadi tulang punggung keluarga tersebut kehilangan pekerjaan dan harus menjalani pemulihan dari tempat tidur.
Winarso menceritakan kisahnya melalui akun Instagram @winarso_04 setelah berbagai upaya mencari bantuan belum membuahkan hasil. Ia mengatakan kecelakaan yang terjadi enam bulan sebelumnya mengubah kehidupannya secara drastis. Melalui media sosial, ia berharap kisahnya mendapat perhatian dan membuka peluang bantuan.
Kecelakaan Terjadi Saat Winarso Pulang Mengantar Ayam
Kecelakaan yang mengubah kehidupan Winarso terjadi pada 8 Februari 2026. Saat itu, ia baru selesai mengantarkan ayam potong untuk kebutuhan dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Sepang.
Dalam perjalanan menuju tempat pemotongan ayam di kawasan Margodadi, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, hujan deras membatasi jarak pandangnya. Kemudian, sebuah mobil muncul dari arah berlawanan dan tabrakan tidak dapat terhindarkan.
Benturan tersebut membuat bagian kanan tubuh Winarso mengalami patah tulang. Tulang paha, tulang kering, lengan atas, hingga pergelangan tangannya mengalami cedera. Selain itu, kecelakaan juga membuat kepalanya terluka dan hidungnya mengeluarkan darah.
Warga segera mengevakuasi Winarso ke RS Airan. Karena membutuhkan penanganan lebih lanjut, petugas kemudian merujuknya ke RS Urip Sumoharjo.
Keluarga Winarso Mencoba Menyelesaikan Masalah lewat Perdamaian
Saat Winarso masih menjalani perawatan, keluarganya bertemu dengan pengemudi kendaraan yang terlibat kecelakaan. Kedua pihak kemudian membuat kesepakatan damai di Polsek Karanganyar.
Dalam kesepakatan tersebut, keluarga Winarso meminta pihak pengemudi menanggung biaya pengobatan sampai selesai serta membantu mengurus administrasi, termasuk keperluan Jasa Raharja.
Namun, Winarso mengatakan pengemudi keberatan mengurus administrasi tersebut. Sebagai gantinya, pengemudi menawarkan untuk membayar biaya pengobatan dan memberikan santunan sebesar Rp3 juta.
Kondisi tersebut membuat Winarso tetap menghadapi ketidakpastian selama menjalani pemulihan. Kini, ia berharap dapat kembali pulih sehingga bisa bekerja dan kembali menjalankan perannya sebagai tulang punggung keluarga.
