Polisi Menyoroti Jalur Weleri–Sukorejo sebagai Penyumbang Kecelakaan Tertinggi di Kendal Akibat Minim Penerangan

Polisi mengidentifikasi jalur Weleri–Sukorejo sebagai titik kecelakaan tertinggi selama Operasi Ketupat Candi 2026
Kepolisian Resor Kendal menyoroti Jalur Weleri–Sukorejo, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, sebagai salah satu titik paling rawan kecelakaan lalu lintas. Selama pelaksanaan Operasi Ketupat Candi 2026, jalur tersebut tercatat menyumbang 36 persen dari total kecelakaan di wilayah hukum Polres Kendal.
Kasat Lantas Polres Kendal AKP Panji Yugo Putranto menyampaikan bahwa tingginya angka kecelakaan di jalur itu muncul akibat berbagai faktor yang saling berkaitan. Ia menjelaskan bahwa kondisi lalu lintas yang padat, minimnya penerangan jalan, serta kelelahan pengendara menjadi pemicu utama meningkatnya risiko kecelakaan, terutama pada malam hari.
AKP Panji juga menegaskan bahwa sebagian besar insiden terjadi ketika intensitas kendaraan tetap tinggi, tetapi visibilitas jalan menurun drastis akibat penerangan yang tidak memadai.
Polisi mencatat mayoritas kecelakaan terjadi pada malam hari di jalur Weleri–Sukorejo
Polisi mencatat bahwa dari total 25 kasus kecelakaan yang terjadi, tidak ada korban meninggal dunia. Namun, insiden tersebut tetap menimbulkan dampak serius dengan dua korban luka berat dan 29 korban luka ringan, serta kerugian materiil mencapai Rp12.150.000.
Selain itu, wilayah Kecamatan Weleri mencatat lima kejadian kecelakaan, sedangkan Kecamatan Sukorejo mencatat empat kasus. Sementara itu, wilayah lainnya mencatat antara satu hingga dua kejadian, yang menunjukkan konsentrasi kecelakaan tertinggi tetap berada di jalur utama tersebut.
Polisi juga menemukan bahwa kecelakaan paling sering terjadi pada malam hari antara pukul 18.00 hingga 24.00 WIB dengan delapan kejadian. Sementara itu, pagi dan siang hari masing-masing mencatat enam kasus, dan dini hari mencatat lima kasus.
Polisi mengungkap dominasi sepeda motor dan pelanggaran lalu lintas sebagai pemicu kecelakaan
Polisi mengidentifikasi bahwa sepeda motor mendominasi kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan dengan persentase mencapai 60 persen. Sebagian besar insiden terjadi akibat tabrakan antar-pengendara motor di jalur tersebut.
AKP Panji menegaskan bahwa setiap kecelakaan umumnya berawal dari pelanggaran lalu lintas. Ia menjelaskan bahwa perilaku seperti kurang hati-hati, perpindahan jalur sembarangan, hingga menerobos lampu merah sering memicu terjadinya kecelakaan.
Untuk itu, kepolisian terus mengingatkan masyarakat agar mengurangi pelanggaran dan meningkatkan kewaspadaan saat berkendara. Ia juga menekankan pentingnya disiplin berlalu lintas, terutama pada malam hari ketika kondisi jalan semakin berisiko akibat minimnya penerangan.
Meski demikian, kepolisian mencatat adanya penurunan angka kecelakaan di Kabupaten Kendal dibandingkan tahun sebelumnya, yang menunjukkan adanya perbaikan meski risiko di jalur tertentu masih tinggi.
