Istiadi (27) konsisten menyoroti kerusakan fasilitas umum dan jalan berlubang di Kota Semarang melalui akun Instagram @Boloojol Semarang. Pengemudi ojek online ini mengabadikan berbagai sarana publik yang terbengkalai lalu membagikannya ke media sosial. Aksi nyata tersebut berhasil menarik perhatian ribuan warganet dan membakar kepedulian masyarakat terhadap kondisi infrastruktur kota.
Gerakan sosial ini lahir dari pengalaman pahit yang menimpa keluarga Istiadi sendiri. Sang istri mengalami kecelakaan hebat akibat terperosok jalan berlubang di wilayah Semarang hingga tidak mampu berjalan normal selama dua minggu. Peristiwa memilukan tersebut mendorong Istiadi untuk memantau keselamatan jalan raya demi mencegah timbulnya korban baru.
Akun Boloojol Semarang Menampung Serta Menyalurkan Keluhan Warga
Aktivitas Istiadi di jalanan setiap hari memudahkan pria ini menemukan berbagai fasilitas umum yang rusak. Istiadi tidak hanya mendokumentasikan temuan pribadi, tetapi juga mulai menampung aduan dari masyarakat luas. Banyak warga Semarang mengeluhkan kerusakan fasilitas publik namun kebingungan menentukan saluran pengaduan yang tepat kepada pihak berwenang.
Istiadi kemudian memanfaatkan platform Boloojol Semarang sebagai jembatan aspirasi warga untuk menyuarakan keluhan infrastruktur. Pengelolaan konten yang konsisten berhasil memicu respons dari instansi terkait untuk langsung turun tangan memperbaiki kerusakan. Langkah ini membuktikan bahwa keresahan warga dapat berubah menjadi aksi nyata yang bermanfaat bagi publik.
Pria Ini Mengajak Masyarakat Semarang Merawat Fasilitas Umum Bersama
Istiadi terus mengedukasi masyarakat agar berani menyuarakan kondisi fasilitas publik yang membahayakan keselamatan. Keberadaan akun media sosial ini memberi wadah baru bagi warga Semarang untuk saling berbagi informasi mengenai titik-titik jalan berlubang. Kesadaran kolektif ini membantu mempercepat proses pembenahan infrastruktur di berbagai penjuru kota.
Inisiatif mandiri Istiadi membakar semangat warga untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar. Kolaborasi aktif antara warga dan pemerintah daerah menjadi kunci utama dalam mewujudkan ruang publik yang aman. Pria ini berharap gerakan menyuarakan kondisi fasilitas umum dapat terus menjaga kenyamanan seluruh pengguna jalan di Semarang.
