Warga Desa Karangan, Kecamatan Bumi Agung, Kabupaten Way Kanan, Lampung, bergotong royong memperbaiki jalan rusak secara swadaya. Mereka mengambil langkah tersebut setelah bertahun-tahun menunggu pemerintah memperbaiki akses jalan yang kerap memicu kecelakaan.
Warga bersama tokoh adat, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda mengumpulkan uang serta material untuk memperbaiki sejumlah bagian jalan. Mereka menggunakan dana sukarela karena pemerintah daerah belum memberikan kepastian mengenai anggaran maupun jadwal perbaikan.
Bintang, warga Desa Karangan, mengatakan kerusakan jalan sudah berlangsung selama bertahun-tahun. Menurut dia, pemerintah terakhir memperbaiki jalan tersebut pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
“Jalan ini sudah lama rusak. Terakhir jalan ini bagus zaman SBY,” kata Bintang pada Selasa (4/8/2026).
Warga Way Kanan Memprioritaskan Dua Titik Rawan Kecelakaan
Masyarakat memusatkan pekerjaan pada dua bagian jalan yang paling berisiko. Mereka memperbaiki titik tanjakan yang sering membuat pengendara sepeda motor terjatuh, terutama ibu-ibu dan pelajar.
Selain itu, warga menangani bagian jalan yang sering tergenang air ketika hujan. Kondisi tersebut membuat permukaan jalan semakin berbahaya bagi pengguna kendaraan.
Jalan itu memiliki peran penting bagi aktivitas masyarakat karena menghubungkan Kampung Tua Desa Karangan dengan wilayah sekitar. Warga juga menggunakan akses tersebut untuk menuju sekolah dasar dan kawasan perkebunan.
Karena pemerintah belum merealisasikan perbaikan permanen, masyarakat memilih melakukan perbaikan secara bertahap sesuai kemampuan. Bintang mengatakan warga memberikan sumbangan berupa uang maupun material secara sukarela.
Warga Terus Menggalang Dana untuk Melanjutkan Perbaikan
Keterbatasan dana membuat masyarakat belum mampu memperbaiki seluruh ruas jalan yang mengalami kerusakan. Karena itu, warga masih mengumpulkan bantuan secara mandiri agar pekerjaan dapat berlanjut.
Bintang berharap Pemerintah Kabupaten Way Kanan segera mengambil alih perbaikan dan membangun jalan tersebut secara permanen. Namun, jika pemerintah belum memberikan kepastian, warga berencana tetap memperbaiki bagian jalan yang paling membutuhkan penanganan.
Upaya swadaya tersebut sekaligus menunjukkan kekhawatiran masyarakat terhadap keselamatan pengguna jalan. Warga berharap pemerintah segera memberikan perhatian agar mereka tidak terus menanggung risiko kecelakaan akibat kondisi jalan yang rusak.
