Polisi Amankan Enam Remaja Setelah Konvoi Kelulusan Ricuh di Nabire

Remaja Rayakan Kelulusan dengan Konvoi hingga Ganggu Ketertiban Kota Nabire
Aparat kepolisian dari Polres Nabire mengamankan enam remaja yang terlibat dalam aksi konvoi kelulusan di kawasan Pantai Nabire, Papua Tengah, pada Senin malam, 4 Mei 2026. Perayaan yang awalnya berlangsung sebagai bentuk euforia kelulusan sekolah berubah menjadi aksi yang mengganggu ketertiban umum dan membahayakan pengguna jalan lainnya.
Petugas bergerak sekitar pukul 20.30 WIT setelah menerima laporan dari warga yang merasa resah dengan iring-iringan kendaraan para remaja. Dalam konvoi tersebut, para peserta diketahui berkendara secara ugal-ugalan di tengah keramaian, sehingga memicu situasi yang tidak kondusif di area publik.
Polisi Identifikasi Pelaku dan Telusuri Latar Belakang Peserta Konvoi
Kapolres Nabire, Samuel D Tatiratu, menyampaikan bahwa seluruh remaja yang diamankan berusia antara 18 hingga 19 tahun. Berdasarkan hasil pendataan, dua orang merupakan lulusan tahun 2025, sementara empat lainnya baru menyelesaikan pendidikan pada 2026.
Polisi kemudian melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap identitas para peserta konvoi untuk mengetahui keterlibatan masing-masing dalam insiden tersebut. Selain itu, petugas juga memeriksa kendaraan yang digunakan selama aksi berlangsung.
Kecelakaan Terjadi Saat Konvoi Melintas di Jalan Raya
Di tengah aksi konvoi, insiden lalu lintas terjadi dan menyebabkan dua orang mengalami luka. Korban pertama mengalami luka robek serius pada bagian kaki dan langsung menjalani perawatan di RSUD Nabire.
Sementara itu, korban kedua merupakan seorang pelajar tingkat SMP yang tertabrak saat rombongan melintas. Kejadian tersebut memperkuat dugaan bahwa konvoi berlangsung tanpa memperhatikan keselamatan pengguna jalan lain.
Polisi Dalami Pengibaran Bendera dan Dugaan Unsur Provokasi
Saat melakukan penindakan, petugas menemukan adanya pengibaran simbol Bintang Kejora di tengah kerumunan massa. Temuan tersebut mendorong kepolisian untuk memperluas penyelidikan guna mengetahui motif di balik tindakan para remaja.
Samuel menjelaskan bahwa penyidik akan menelusuri kemungkinan adanya pihak lain yang memanfaatkan momentum kelulusan untuk memicu tindakan tertentu. Polisi juga membuka kemungkinan adanya pengaruh dari simpatisan yang ikut mengarahkan aksi di lapangan.
Polisi Temukan Kendaraan Tanpa Dokumen dan Libatkan Keluarga dalam Pembinaan
Dalam pemeriksaan lanjutan, polisi menemukan bahwa sebagian kendaraan yang digunakan peserta konvoi tidak memiliki dokumen resmi. Temuan ini menambah daftar pelanggaran yang sedang diproses oleh aparat.
Sebagai langkah lanjutan, Polres Nabire berencana memanggil orang tua para remaja untuk menjalani proses pembinaan bersama. Kepolisian berharap keluarga dapat meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak, terutama saat momen perayaan yang berpotensi memicu kerawanan.
Hingga kini, petugas masih melakukan patroli di sejumlah titik rawan di Nabire untuk mencegah munculnya aksi susulan dan menjaga situasi keamanan tetap terkendali.
