Dishub Bandung Barat Petakan Titik Rawan Macet dan Kecelakaan Jelang Mudik Lebaran

Dishub Bandung Barat Identifikasi 15 Lokasi Rawan Kepadatan Lalu Lintas
Pemerintah Kabupaten Bandung Barat melalui Dinas Perhubungan (Dishub) memetakan sedikitnya 15 titik yang berpotensi mengalami kemacetan selama arus mudik Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah. Pemudik yang melintasi wilayah ini diminta meningkatkan kewaspadaan dan mengatur waktu perjalanan.
Kepala Dishub Bandung Barat Mochammad Ridwan menjelaskan bahwa titik rawan macet umumnya berada di kawasan pasar, persimpangan jalan utama, serta jalur menuju destinasi wisata yang ramai kendaraan.
Beberapa lokasi yang berpotensi mengalami kepadatan antara lain Pasar Rajamandala Kulon, Pasar Saguling, Pasar Batujajar, Simpang BBS-Cipatik, Pasar Tagog Padalarang, Simpang Purabaya, Simpang Stasiun Whoosh Padalarang, Gedong Lima, Jembatan Chombipar, Simpang Caringin, Simpang Cimareme, Simpang SPBU Cibogo, Pasar Panorama Lembang, Simpang Ingimetal, Simpang Beatrik, serta kawasan wisata Farmhouse Lembang.
Dishub Bandung Barat Petakan Jalur Rawan Kecelakaan
Selain kemacetan, Dishub Bandung Barat juga memetakan sejumlah ruas jalan yang berpotensi terjadi kecelakaan lalu lintas. Jalur tersebut meliputi Jalan Dago Giri, Jalan Punclut, Jalan Raya Purwakarta, Jalan Raya Cipatat, Jalan Raya Lembang, serta Jalan Cipeundeuy-Cikalongwetan.
Ridwan menyatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan langkah antisipasi untuk mengurangi risiko kecelakaan dan kemacetan selama periode mudik.
Dishub Siapkan Rekayasa Lalu Lintas dan Penempatan Petugas
Dishub Bandung Barat menyiapkan rekayasa lalu lintas yang akan diterapkan secara situasional sesuai kondisi di lapangan. Petugas juga akan ditempatkan di sejumlah titik rawan untuk mengatur arus kendaraan.
Selain itu, Dishub memanfaatkan sistem Automatic Traffic Control System (ATCS) yang terhubung dengan kamera pengawas untuk memantau kondisi lalu lintas secara real time.
Dishub Prediksi Arus Mudik Terjadi dalam Dua Gelombang
Dishub Bandung Barat memprediksi arus mudik Lebaran tahun ini terjadi dalam dua gelombang. Gelombang pertama diperkirakan berlangsung pada 14–15 Maret 2026 seiring kebijakan work from anywhere (WFA).
Sementara itu, gelombang kedua diperkirakan terjadi pada 18–19 Maret 2026 yang berlanjut hingga akhir pekan. Pemerintah daerah mengimbau pemudik tetap berhati-hati saat melintasi tanjakan, tikungan tajam, serta ruas jalan dengan penerangan terbatas.
