Polda Jatim Petakan Titik Rawan Kecelakaan dan Kemacetan Mudik 2026, Tuban Jadi Wilayah Terbanyak

Ditlantas Polda Jatim Identifikasi Jalur Arteri dan Tol yang Berpotensi Rawan Selama Mudik
SURABAYA – Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Timur memetakan sejumlah titik rawan kecelakaan dan kemacetan yang berpotensi muncul selama arus mudik dan balik Idul Fitri 2026. Pemetaan ini bertujuan membantu pengendara mengantisipasi risiko di berbagai jalur utama yang dilalui pemudik.
Direktur Lalu Lintas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Iwan Saktiadi, menjelaskan bahwa pihaknya memeriksa berbagai jalur strategis yang menjadi akses masuk dan keluar provinsi tersebut. Petugas lalu lintas menelusuri jalur arteri dan tol yang melintasi wilayah utara, tengah, selatan, kawasan tapal kuda, hingga jalur timur Jawa Timur.
Ia menegaskan bahwa beberapa wilayah berbatasan langsung dengan provinsi lain sehingga berpotensi mengalami lonjakan kendaraan selama periode mudik. Salah satu contohnya ialah jalur arteri di Tuban yang terhubung langsung dengan wilayah Rembang, Jawa Tengah.
Polisi Menemukan 25 Titik Rawan Kecelakaan di Jalur Tuban
Petugas Ditlantas Polda Jawa Timur mencatat Tuban sebagai daerah dengan jumlah titik rawan kecelakaan terbanyak. Sepanjang jalur arteri yang menghubungkan perbatasan Rembang hingga wilayah Lamongan dan Bojonegoro, polisi menemukan sedikitnya 25 lokasi yang berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas.
Iwan menjelaskan bahwa jalur tersebut sering dipadati kendaraan berat yang mengangkut logistik. Banyak kendaraan angkutan barang memilih melewati jalur arteri karena tidak menggunakan jalan tol.
Akibatnya, kepadatan kendaraan di jalur tersebut kerap meningkat bahkan pada hari biasa. Kondisi ini membuat risiko kecelakaan lalu lintas menjadi lebih tinggi, terutama ketika arus mudik meningkat tajam.
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Ditlantas Polda Jatim akan berkoordinasi dengan jajaran kepolisian di tingkat polres setempat agar pengaturan lalu lintas berjalan lebih optimal selama musim mudik.
Polisi Mengantisipasi Kemacetan Akibat Pasar Tumpah di Sejumlah Wilayah
Selain memetakan titik rawan kecelakaan, kepolisian juga mengidentifikasi sejumlah lokasi yang berpotensi memicu kemacetan. Hambatan samping seperti aktivitas pasar tumpah menjadi salah satu faktor utama yang dapat memperlambat arus kendaraan.
Di wilayah Madura, misalnya, kepolisian mencatat delapan lokasi yang berpotensi menyebabkan kepadatan lalu lintas saat musim mudik berlangsung. Karena itu, petugas telah berkomunikasi dengan satuan lalu lintas di masing-masing daerah untuk mengatur aktivitas pasar agar tidak mengganggu kelancaran perjalanan pemudik.
Langkah koordinasi ini diharapkan dapat mengurangi potensi kemacetan yang sering terjadi akibat aktivitas masyarakat di sekitar jalur utama.
Jawa Timur Bersiap Menghadapi Pergerakan Besar Pemudik Lebaran 2026
Pemerintah memprediksi Jawa Timur akan menjadi salah satu provinsi dengan mobilitas pemudik terbesar pada Lebaran tahun ini. Data perkiraan menunjukkan sekitar 27,9 juta orang akan datang ke wilayah Jawa Timur selama musim mudik.
Sementara itu, jumlah warga Jawa Timur yang melakukan perjalanan mudik diperkirakan mencapai 17,12 juta orang.
Arus mudik diperkirakan terjadi dalam dua gelombang. Gelombang pertama kemungkinan berlangsung pada 14–15 Maret 2026, sedangkan gelombang kedua diprediksi muncul pada 18–19 Maret 2026. Setelah itu, arus balik diperkirakan berlangsung pada 24–25 Maret 2026.
Operasi Ketupat Semeru 2026 Kerahkan Ribuan Personel untuk Mengamankan Jalur Mudik
Untuk menjaga kelancaran dan keamanan perjalanan pemudik, aparat keamanan akan menggelar Operasi Ketupat Semeru 2026. Operasi ini melibatkan ribuan personel gabungan dari berbagai instansi.
Total sebanyak 16.326 personel akan disiagakan selama operasi berlangsung. Jumlah tersebut terdiri dari 9.609 anggota Polri, 1.313 personel TNI, serta 5.404 petugas dari instansi lain seperti Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan Dinas Kesehatan.
Petugas akan ditempatkan di 238 pos pengamanan yang tersebar di berbagai wilayah Jawa Timur. Pos tersebut terdiri dari 172 Pos Pengamanan, 45 Pos Pelayanan, dan 21 Pos Terpadu.
Seluruh personel akan bertugas di 20.097 titik pengamanan selama 13 hari pelaksanaan operasi, yang dijadwalkan berlangsung pada 13–25 Maret 2026.
