Pria di Luwu Mengamuk Bawa Kapak Saat Massa Demo Tutup Jalan Trans Sulawesi

Seorang pria mengamuk sambil membawa kapak ketika massa aksi menutup Jalan Trans Sulawesi di depan Pasar Cilallang, Kecamatan Cilallang, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. Peristiwa yang terekam video dan viral di media sosial itu terjadi pada Sabtu (7/2/2026) siang.
Dalam rekaman yang beredar, pria tersebut berdiri di tengah kerumunan dengan kapak di tangan kanan. Ia mengenakan celana pendek dan menggantungkan baju putih di bahunya. Sambil menunjuk ke arah massa aksi, ia berteriak meminta agar jalan tidak ditutup.
Polisi Jelaskan Kesalahpahaman Picu Aksi Emosional
Kasi Humas Polres Luwu Iptu Yakobus Rimpung menyatakan insiden tersebut bermula dari kesalahpahaman. Ia menjelaskan bahwa saat itu warga Desa Wara tengah berduka karena salah satu warganya meninggal dunia akibat kecelakaan di Kecamatan Bua.
Menurut Yakobus, pria tersebut menduga massa demonstran tidak akan memberi akses bagi mobil yang membawa jenazah. Kekhawatiran itu memicu emosinya hingga ia mendatangi lokasi aksi sambil membawa kapak.
Aparat kepolisian bersama massa aksi kemudian memberikan penjelasan bahwa kendaraan prioritas, termasuk ambulans atau mobil jenazah, tetap diperbolehkan melintas. Setelah menerima penjelasan tersebut, pria itu akhirnya memahami situasi dan meredakan emosinya.
Massa Aksi Tetap Beri Akses Kendaraan Prioritas Melintas
Yakobus menegaskan tidak terjadi perkelahian dalam insiden tersebut. Ia memastikan situasi segera kondusif setelah aparat memberikan pemahaman kepada pria yang bersangkutan.
Dalam video lanjutan, pria itu tampak mundur dan berdiri di sisi jalan bersama warga lainnya. Beberapa orang terlihat berada di sampingnya sebelum akhirnya suasana kembali terkendali.
Peristiwa ini menambah daftar dinamika aksi penutupan jalan di wilayah Luwu. Meski sempat memicu ketegangan, aparat memastikan kondisi di Jalan Trans Sulawesi kembali aman setelah kesalahpahaman berhasil diluruskan.
