Mobil Pengangkut MBG Melindas Balita di Indramayu dan Polisi Mengusut Insiden di Halaman Yayasan MI Al Itihad

Polisi memastikan balita berusia 3 tahun selamat setelah insiden di Kecamatan Krangkeng, Indramayu
INDRAMAYU – Sebuah mobil pengangkut Makan Gizi Gratis (MBG) melindas balita berusia 3 tahun di halaman Yayasan MI Al Itihad, Blok Margunah, Desa Dukuh Jati, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, pada Jumat (10/4/2026) sekitar pukul 10.30 WIB. Peristiwa tersebut langsung menyita perhatian publik setelah rekaman kepanikan seorang perempuan beredar luas di media sosial.
Polisi memastikan korban berinisial AZH selamat dan hanya mengalami luka ringan setelah kejadian tersebut. Kapolsek Krangkeng AKP Nandang Supriatna membenarkan insiden itu dan menjelaskan bahwa mobil MBG tersebut baru saja menyelesaikan pengambilan ompreng kotor sebelum kembali ke SPPG.
Polisi mengungkap dugaan blind spot menjadi penyebab mobil melindas balita
Polisi menjelaskan bahwa peristiwa terjadi ketika kendaraan bernopol E 8799 RD itu bergerak di area yayasan dan tidak menyadari keberadaan korban. Saat kejadian, balita AZH bermain di sekitar mobil dalam posisi berjongkok di bagian depan kanan kendaraan.
Dari hasil pemeriksaan awal, pengemudi diduga tidak melihat korban karena berada di titik buta atau blind spot kendaraan. Kondisi itu membuat ban kanan depan mobil melindas tubuh balita yang berada di posisi tidak terpantau.
Setelah kejadian, seorang perempuan yang merupakan keluarga korban langsung berteriak histeris melihat insiden tersebut. Situasi itu kemudian memicu kepanikan di lokasi sebelum warga membantu evakuasi korban.
Petugas medis segera menangani balita di rumah sakit setelah insiden terjadi
Setelah kejadian, keluarga korban langsung membawa AZH ke RS Pertamina Klayan, Cirebon, untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut. Pihak SPPG kemudian ikut memfasilitasi proses penanganan bersama Camat Krangkeng Indra Mulyana.
Hasil pemeriksaan medis menunjukkan kondisi korban tidak mengalami cedera serius. Ibu korban, Siti Maunah (40), memastikan hasil CT scan menunjukkan tidak ada masalah pada tulang maupun organ tubuh anaknya.
Meski sempat menjalani observasi, dokter menyatakan kondisi AZH stabil. Setelah mendapatkan penanganan, korban kemudian kembali ke rumah dan beraktivitas seperti biasa.
Keluarga korban memastikan kondisi balita kembali pulih setelah perawatan medis
Keluarga menyampaikan rasa syukur karena balita tersebut tidak mengalami luka berat. Siti Maunah menuturkan bahwa anaknya kembali ceria dan aktif setelah kejadian tersebut.
Ia menegaskan bahwa hasil pemeriksaan medis memberikan kepastian bahwa tidak ada cedera serius yang membahayakan kondisi anaknya. Dengan demikian, keluarga memilih untuk fokus pada pemulihan psikologis dan aktivitas normal anak.
Polisi masih mendalami insiden tersebut untuk memastikan seluruh kronologi kejadian di lokasi kejadian. Penyelidikan juga terus berjalan guna mengklarifikasi faktor kelalaian dan kondisi kendaraan saat peristiwa berlangsung.
