Sebuah mobil armada Pemadam Kebakaran milik Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar mengalami kecelakaan lalu lintas di Jalan Trans-Sulawesi, Desa Tumpiling, Kecamatan Wonomulyo. Insiden tragis ini mengakibatkan delapan personel damkar mengalami luka-luka di sekujur tubuh mereka.
Peristiwa naas tersebut bermula ketika armada penjinak si jago merah sedang melaju kencang menuju lokasi kebakaran pemukiman di Desa Bumiayu. Kendaraan dinas ini melaju dengan kecepatan tinggi demi menjangkau titik api secepat mungkin sebelum dampak kebakaran meluas.
Sopir Banting Setir untuk Menghindari Benturan Tabrakan
Anggota Damkar M Rehan menjelaskan kronologi kecelakaan saat armada mereka berupaya menyalip sebuah SUV Mitsubishi Pajero di depannya. Situasi mendadak berubah berbahaya ketika pengemudi mobil Pajero tersebut mendadak bergerak menyalip pada saat yang bersamaan.
Melihat ancaman tabrakan di depan mata, sopir armada damkar langsung membanting setir ke arah kanan guna menghindari benturan keras. Keputusan spontan ini menyebabkan kendaraan operasional tersebut hilang kendali hingga akhirnya terguling di tengah jalan nasional.
Petugas Kepolisian Mengurai Kepadatan Arus Lalu Lintas
Warga sekitar yang menyaksikan kejadian tersebut segera melarikan seluruh korban luka ke RSUD Wonomulyo untuk mendapatkan penanganan medis darurat. Sementara itu, kecelakaan ini sempat menyumbat kelancaran arus kendaraan di lintasan utama Trans-Sulawesi.
Aparat kepolisian yang tiba di lokasi kejadian langsung mengamankan area sekitar serta mengatur alur kendaraan untuk mengurai kemacetan. Langkah cepat kepolisian berhasil mengembalikan kelancaran lalu lintas di kawasan Desa Tumpiling pasca-evakuasi bangkai armada damkar.
