Kecelakaan Kereta di Wonokromo Surabaya Menewaskan Perempuan Tanpa Identitas

Petugas BPBD menerima laporan kecelakaan di perlintasan Wonokromo pada dini hari
Petugas BPBD Kota Surabaya menerima laporan kecelakaan kereta api di perlintasan Wonokromo, Surabaya, pada Minggu (19/4/2026) dini hari. Laporan pertama masuk pada pukul 01.54 WIB dan langsung mendorong tim darurat bergerak menuju lokasi kejadian.
Setibanya di lokasi, petugas menemukan seorang perempuan sudah tergeletak di sisi rel kereta api. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Surabaya, Linda Novanti, menyampaikan bahwa korban tidak membawa identitas sehingga tim belum dapat memastikan identitasnya. Petugas kemudian segera melakukan pengamanan area sambil menunggu proses evakuasi lanjutan.
Selain itu, petugas juga berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan jalur kereta tetap aman selama penanganan berlangsung. Kondisi di sekitar lokasi langsung mendapat pengawasan ketat agar tidak mengganggu lalu lintas kereta yang masih aktif melintas.
Kereta material perbaikan jalur menabrak pejalan kaki di KM 67
Petugas Jaga Lintasan (PJL) melaporkan bahwa kereta yang melintas merupakan kereta tambahan pengangkut material perbaikan jalur rel. Kereta tersebut bergerak dari arah selatan menuju utara dan melintas di titik KM 67 saat insiden terjadi.
Menurut keterangan awal, korban diduga melintas sebagai pejalan kaki di area rel kereta api Wonokromo. Pada saat yang sama, kereta melaju dan tidak sempat menghindari tabrakan sehingga insiden tidak dapat dihindari.
Setelah kejadian, kereta tetap melanjutkan perjalanan sesuai prosedur operasional setelah petugas memastikan kondisi jalur kembali aman. Sementara itu, aparat di lokasi langsung melakukan pemeriksaan awal untuk mengumpulkan keterangan dari saksi dan petugas lintasan.
Tim evakuasi membawa jenazah ke RSUD Dr Soetomo untuk identifikasi
Tim gabungan segera mengevakuasi korban setelah memastikan korban tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Petugas menyatakan bahwa korban berjenis kelamin perempuan dengan perkiraan usia sekitar 40 tahun.
Setelah proses evakuasi selesai, petugas membawa jenazah ke RSUD Dr Soetomo Surabaya untuk proses identifikasi lebih lanjut. Hingga saat ini, tim Inafis masih berupaya mengungkap identitas korban melalui pemeriksaan lanjutan.
Pihak BPBD juga terus berkoordinasi dengan pihak keamanan dan PT KAI untuk memastikan kronologi lengkap kejadian. Proses penyelidikan masih berlangsung guna memastikan penyebab pasti kecelakaan di perlintasan Wonokromo tersebut.
