Bocah 10 Tahun Tewas Tenggelam Saat Mandi di Embung Nglaroh Blora

Seorang bocah laki-laki berinisial AHS (10), warga Desa Seso, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, meninggal dunia setelah tenggelam di Embung Nglaroh, Desa Balong, Kecamatan Jepon, Jumat (6/2/2026) siang. Korban tenggelam ketika mandi bersama tiga temannya di pinggir embung sekitar pukul 14.00 WIB.
Kasi Humas Polres Blora AKP Midiyono menjelaskan suasana awalnya berlangsung biasa saat keempat anak tersebut bermain air. Namun, keceriaan berubah menjadi kepanikan ketika mereka bercanda saling dorong hingga bergeser ke bagian embung yang lebih dalam.
Saksi Berusaha Menolong Saat Korban Terseret ke Area Dalam
Saat kejadian berlangsung, seorang saksi bernama Wahyu yang sedang memancing di sekitar lokasi mendengar kepanikan anak-anak tersebut. Ia langsung melompat ke embung untuk memberikan pertolongan. Wahyu berhasil menarik satu anak ke tepian dan membantu lainnya menggunakan tongkat kayu sepanjang lima meter.
Meski begitu, AHS tidak mampu meraih tongkat karena jaraknya terlalu jauh. Arus dan kedalaman embung membuat korban akhirnya tenggelam sebelum sempat terselamatkan.
Polisi dan BPBD Lakukan Pencarian hingga Temukan Korban
Mendapat laporan kejadian, Kapolsek Jepon Iptu Moh Junaidi segera berkoordinasi dengan TRC BPBD Blora untuk melakukan pencarian di lokasi. Tim menyisir area embung hingga akhirnya menemukan korban dalam kondisi tidak bernyawa.
Petugas kemudian mengevakuasi jenazah AHS ke RS PKU Muhammadiyah Blora untuk pemeriksaan lebih lanjut. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, tim tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Petugas hanya mendapati lendir keluar dari hidung yang menguatkan dugaan korban meninggal akibat gagal napas karena tenggelam.
Polisi Serahkan Jenazah dan Imbau Warga Tingkatkan Pengawasan
Setelah proses pemeriksaan selesai, polisi menyerahkan jenazah korban kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Aparat memastikan peristiwa tersebut murni kecelakaan.
Polisi juga mengamankan barang bukti berupa tongkat kayu sepanjang lima meter yang digunakan saksi untuk menolong serta pakaian korban. Selain itu, kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih waspada dan tidak membiarkan anak-anak bermain di area embung tanpa pengawasan, terutama bagi yang tidak memiliki kemampuan berenang.
Aparat turut berkoordinasi dengan pihak terkait agar memasang papan peringatan di sekitar Embung Nglaroh guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.
