Petugas kepolisian memburu seorang pengendara sepeda motor yang menabrak wanita di Jalan Raya Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Insiden tabrak lari yang diduga melibatkan pengemudi ojek online tersebut terjadi pada Selasa malam. Pelaku langsung kabur meninggalkan lokasi kejadian tanpa memberikan pertolongan kepada korban.
Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Mujiyanto mengonfirmasi bahwa pihak keluarga korban telah melayangkan laporan resmi ke Unit Laka Polres Metro Jakarta Selatan. Polisi langsung bergerak melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi keberadaan pelaku. Meskipun pertanggungan Jasa Raharja sudah menanggung biaya perawatan korban, pihak kepolisian menegaskan proses hukum terhadap penabrak tetap berjalan.
Kamera Pengawas Mengalami Kendala Mengidentifikasi Nomor Polisi Pelaku
Upaya pencarian pengemudi motor tersebut menghadapi kendala teknis di lapangan. Rekaman kamera pengawas CCTV di sekitar lokasi kejadian tidak mampu mendeteksi Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) milik pelaku secara jelas. Kendati demikian, penyidik terus mengumpulkan bukti petunjuk lain untuk melacak identitas serta keberadaan pengemudi motor tersebut.
Korban mengalami musibah saat menyeberang jalan di kawasan Stasiun Lenteng Agung tanpa melalui jembatan penyeberangan orang (JPO). Area keluar-masuk kendaraan di stasiun tersebut belum dilengkapi dengan fasilitas zebra cross. Kondisi ini membahayakan keselamatan pejalan kaki yang hendak menyeberangi jalan raya yang padat.
Saksi Mata Mengungkapkan Pengendara Motor Melarikan Diri Saat Warga Sibuk
Saksi mata di lokasi kejadian, Fatimah (50), menceritakan bahwa kecelakaan tersebut sempat memicu kerumunan warga di depan warungnya. Fatimah melihat seorang pengendara motor berjaket ojek online beserta penumpangnya sempat jatuh tergeletak di dekat korban. Namun, di tengah kesibukan warga yang fokus menolong penyeberang jalan, pengemudi motor tersebut diam-diam pergi meninggalkan lokasi kejadian.
Kehadiran sejumlah pengendara ojek online lain yang ikut membantu evakuasi korban membuat warga tidak menyadari kepergian pelaku. Kerumunan massa di lokasi menyulitkan warga membedakan pengemudi yang terlibat kecelakaan dengan penolong lainnya. Pihak kepolisian mengimbau pelaku untuk segera menyerahkan diri guna mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum.
