Komunitas Harley-Davidson Sampaikan Permintaan Maaf Usai Bocah Tewas dalam Kecelakaan di Toraja Utara

Rombongan Moge Tabrak Bocah di Jalur Trans Sulawesi dan Picu Duka Mendalam
Kecelakaan tragis melibatkan rombongan pengendara sepeda motor gede terjadi di Jalan Trans Sulawesi poros Rantepao–Palopo, tepatnya di wilayah Toraja Utara, Kamis (30/4/2026) sekitar pukul 17.00 WITA. Insiden tersebut merenggut nyawa seorang pelajar sekolah dasar berinisial J (10) setelah tertabrak sepeda motor Harley-Davidson yang kehilangan kendali.
Korban saat itu berada di bahu jalan ketika rombongan moge melintas. Benturan keras membuat korban terpental hingga ke area persawahan di sekitar lokasi kejadian. Warga yang melihat kejadian langsung memberikan pertolongan dan membawa korban ke fasilitas kesehatan terdekat, namun nyawa korban tidak berhasil diselamatkan.
Komunitas Harley-Davidson Sampaikan Permintaan Maaf kepada Keluarga Korban
Menanggapi kejadian tersebut, komunitas Hogers Indonesia menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada keluarga korban. Director Hogers Indonesia, Yudi Djadja, menyampaikan rasa duka mendalam atas insiden yang terjadi.
Yudi menegaskan bahwa pihak komunitas memahami besarnya kehilangan yang dialami keluarga korban. Ia juga menyatakan bahwa seluruh anggota komunitas turut berduka dan terus menjalin komunikasi dengan keluarga untuk menunjukkan tanggung jawab moral atas peristiwa tersebut.
Selain menyampaikan belasungkawa, komunitas juga menegaskan komitmen untuk bersikap kooperatif dalam setiap proses hukum yang sedang berjalan. Pihak organisasi menyatakan akan menghormati seluruh ketentuan hukum dan nilai adat yang berlaku di wilayah setempat.
Polisi Ungkap Kronologi Kecelakaan dan Tetapkan Pengendara sebagai Tersangka
Kasat Lantas Polres Toraja Utara, Muhammad Nasrum Sujana, menjelaskan bahwa kecelakaan bermula ketika salah satu pengendara moge sempat melepas tangan dari setang untuk menyapa warga di pinggir jalan.
Sesaat setelah itu, pengendara kehilangan keseimbangan dan terjatuh dari motor. Namun, kendaraan tetap melaju sejauh puluhan meter sebelum akhirnya menabrak korban yang berada di sisi kiri jalan.
Pengendara hanya mengalami luka ringan, sementara korban mengalami luka fatal akibat benturan keras. Setelah mengumpulkan alat bukti dan meminta keterangan sejumlah saksi, penyidik meningkatkan status perkara ke tahap penyidikan dan menetapkan pengendara sebagai tersangka.
Komunitas Lakukan Evaluasi Internal Setelah Insiden Fatal
Seiring proses hukum berjalan, Hogers Indonesia juga mulai melakukan evaluasi internal terhadap standar keselamatan berkendara selama kegiatan touring. Organisasi menegaskan bahwa keselamatan seluruh pengguna jalan harus menjadi prioritas utama dalam setiap perjalanan komunitas.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa tindakan sekecil apa pun di jalan raya dapat memicu akibat fatal jika pengendara kehilangan fokus dan kendali saat berkendara.
