Pemprov Jateng Dorong Jalur Lingkar untuk Tekan Kecelakaan Truk ODOL di Silayur

Pemprov Jateng Menilai Truk ODOL Terus Memperbesar Risiko di Turunan Silayur
SEMARANG, KOMPAS.com — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menilai persoalan kecelakaan di kawasan Silayur, Ngaliyan, Kota Semarang, tidak kunjung selesai karena truk bermuatan berlebih atau over dimension over loading (ODOL) masih sering melintas di jalur itu. Kondisi jalan yang menurun panjang membuat kawasan tersebut terus menyimpan risiko besar bagi pengguna jalan.
Sekretaris Daerah Jawa Tengah Sumarno mengatakan bahwa kawasan Silayur sudah lama menjadi titik rawan kecelakaan. Ia mengingat bahwa masalah itu muncul sejak akhir 1990-an, ketika kendaraan berat mulai berulang kali mengalami insiden di jalur tersebut. Karena itu, ia menilai pemerintah perlu menyiapkan solusi yang lebih permanen daripada sekadar pembatasan sementara.
Pemprov Jateng Mendorong Semarang Membangun Jalur Lingkar untuk Kendaraan Berat
Sumarno menyampaikan pandangan itu saat sosialisasi Indonesia Zero ODOL di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kompleks Gubernuran, Rabu (6/5/2026). Ia menegaskan bahwa pemerintah perlu mengalihkan kendaraan berat ke jalur lain agar truk dan bus tidak lagi melewati turunan Silayur yang ekstrem.
Selama ini, Pemprov Jateng dan Pemerintah Kota Semarang sudah berupaya membatasi kendaraan besar lewat kawasan itu. Namun, truk maupun bus masih sering menerobos pembatas, bahkan menabrak palang yang sudah terpasang di titik pengendalian kendaraan berat.
Karena pelanggaran tetap terjadi, Pemprov Jateng mendorong percepatan pembangunan jalur lingkar atau ring road di Kota Semarang. Pemerintah daerah berharap jalur baru itu bisa mengalihkan lalu lintas kendaraan angkutan barang bertonase besar agar tidak lagi masuk ke jalur dalam kota yang curam dan berbahaya.
Pemprov Jateng Menyusun Rute Ring Road dari Banyumanik hingga Mangkang
Rencana jalur lingkar itu akan menghubungkan Banyumanik, Gunungpati, Mijen, hingga Mangkang. Menurut Sumarno, jalur tersebut bisa menjadi lintasan aman bagi kendaraan berat sehingga arus logistik tetap bergerak tanpa membahayakan pengendara lain di Silayur.
Ia juga menjelaskan bahwa kendaraan angkutan barang nantinya bisa langsung melintas di luar kota tanpa harus menghadapi tanjakan dan turunan tajam di wilayah rawan. Dengan begitu, pemerintah berharap angka kecelakaan akibat truk ODOL bisa turun secara signifikan.
Meski demikian, realisasi proyek itu tetap bergantung pada langkah lanjutan Pemerintah Kota Semarang, terutama dalam perencanaan teknis dan pembebasan lahan. Sumarno menyebut sebagian wilayah, termasuk Banyumanik, sudah memulai proses pembebasan lahan, tetapi pemerintah masih perlu mengkaji kelanjutannya secara menyeluruh.
Pemprov Jateng berharap pembangunan jalur lingkar segera berjalan sebagai solusi jangka panjang untuk melindungi pengguna jalan dan menekan risiko kecelakaan di Silayur.
