Truk Kontainer Robohkan Portal Pembatas di Jalur Rawan Kecelakaan Semarang

Sebuah truk kontainer kembali merusak portal pembatas kendaraan berat di kawasan samping Pasar Jerakah, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Jawa Tengah. Insiden itu terjadi pada Sabtu (2/5/2026) sekitar pukul 02.00 WIB dan kembali menambah catatan kerusakan fasilitas pengendali lalu lintas di jalur rawan kecelakaan tersebut.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang, Danang Kurniawan, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa truk kontainer melaju dari arah Pelabuhan Tanjung Emas sebelum akhirnya menghantam portal katrol yang dipasang untuk membatasi kendaraan sumbu tiga.
Setelah kejadian berlangsung, petugas langsung bergerak ke lokasi untuk mengevakuasi kendaraan. Seluruh dokumen kendaraan juga diamankan sebagai bagian dari proses penanganan, sementara pihak pengemudi menyatakan kesiapan untuk bertanggung jawab atas kerusakan yang terjadi.
Dishub Sempat Memperbaiki Portal Sebelum Kembali Rusak
Sebelum ditabrak truk kontainer, portal tersebut sebenarnya baru selesai diperbaiki. Beberapa hari sebelumnya, struktur besi itu mengalami kerusakan setelah tersangkut bagian pendingin udara dari sebuah bus pariwisata yang melintas.
Petugas kemudian melakukan pengelasan sebagai solusi sementara agar portal tetap bisa difungsikan. Namun, perbaikan tersebut belum memberikan hasil maksimal karena struktur besi belum sepenuhnya kembali kuat.
Di saat yang sama, Dinas Perhubungan Kota Semarang juga telah memesan portal baru sebagai pengganti permanen. Namun hingga insiden terbaru terjadi, proses produksi portal pengganti masih berlangsung sehingga alat lama tetap digunakan.
Dishub Perketat Pengawasan di Jalur Silayur
Keberadaan portal katrol di kawasan Jerakah memiliki fungsi vital karena area tersebut berada di jalur turunan Silayur yang selama ini dikenal sebagai titik rawan kecelakaan atau black spot.
Melalui aturan yang berlaku, kendaraan berat seperti truk sumbu tiga hanya diizinkan melintas pada pukul 23.00 WIB hingga 04.00 WIB. Aturan itu diterapkan untuk mengurangi risiko kecelakaan serta menghindari kemacetan pada jam aktivitas warga.
Turunan Silayur sendiri beberapa kali mencatat kecelakaan serius yang menimbulkan korban jiwa. Karena itu, Dishub terus memperketat pengawasan terhadap kendaraan berat yang menuju kawasan industri di wilayah Mijen.
Sementara menunggu portal baru terpasang, teknisi telah memotong bagian struktur yang rusak agar tidak mengganggu arus lalu lintas maupun membahayakan pengguna jalan lainnya.
