Road Safety Association Minta Pemerintah Tambah Anggaran Keselamatan Jalan

RSA Soroti Tingginya Angka Kecelakaan Lalu Lintas di Indonesia
Jakarta – Road Safety Association (RSA) Indonesia menyoroti tingginya angka kecelakaan lalu lintas yang menimbulkan korban jiwa dan kerugian ekonomi besar. Data Korlantas Polri tahun 2025 menunjukkan 158.508 kejadian kecelakaan, dengan 24.296 orang meninggal dunia, 19.311 luka berat, dan 195.271 luka ringan. RSA menghitung total beban ekonomi kecelakaan, termasuk biaya pengobatan, pemakaman, dan hilangnya produktivitas, mencapai lebih dari Rp 3 triliun per tahun.
RSA Dorong Pemerintah Fokus pada Infrastruktur dan Layanan Keselamatan
Ketua Dewan Pengawas RSA, Rio Octaviano, menekankan bahwa pemerintah harus meningkatkan anggaran untuk penguatan infrastruktur jalan yang berorientasi keselamatan dan penerapan standar keselamatan kendaraan. Ia mencatat sepeda motor mendominasi angka kecelakaan, sehingga perlu perhatian khusus. Rio menambahkan penguatan layanan darurat dan trauma center serta sistem data berbasis teknologi akan menekan fatalitas dan kerugian ekonomi.
RSA Tegaskan Pendekatan Sistem Keselamatan Jalan Harus Konsisten
Rio mengingatkan pemerintah menjalankan pendekatan safe system sebagaimana diamanatkan Peraturan Presiden Nomor 1 Tahun 2020 secara terintegrasi lintas sektor. Ia menegaskan tanpa intervensi sistemik, Indonesia akan terus menghadapi tingginya angka kematian dan kerugian ekonomi triliunan rupiah. Keselamatan jalan menurut RSA bukan sekadar isu transportasi, melainkan investasi jangka panjang untuk melindungi nyawa dan menjaga stabilitas ekonomi nasional.
RSA Hitung Rinci Biaya Ekonomi Kecelakaan
RSA merinci biaya langsung yang ditanggung masyarakat mencapai lebih dari Rp 1,2 triliun. Biaya pemakaman korban meninggal sekitar Rp 243 miliar, pengobatan luka berat Rp 386 miliar, dan luka ringan Rp 293 miliar. Kecelakaan juga menyebabkan hilangnya sekitar 2,8 juta hari kerja atau lebih dari 22 juta jam kerja, yang setara dengan kehilangan produksi sekitar Rp 1,8 triliun. Rio menekankan alokasi anggaran tepat akan menurunkan angka fatalitas dan mengurangi beban ekonomi signifikan.
