Polri Mencatat 292 Kecelakaan Saat Lebaran dan Melaporkan 8 Orang Meninggal

Satgas Operasi Ketupat Mengawasi Arus Mudik yang Tetap Bergerak Padat
JAKARTA – Polri merekam 292 kejadian kecelakaan lalu lintas selama periode Hari Pertama dan Kedua Lebaran, Sabtu (21/3/2026) pukul 18.00 hingga Minggu (22/3/2026) pukul 06.00 WIB. Dari seluruh peristiwa itu, delapan orang meninggal dunia, 60 orang mengalami luka berat, dan 489 orang luka ringan. Polri juga menghitung kerugian materiil mencapai lebih dari Rp 206 juta.
Juru Bicara Satgas Humas Operasi Ketupat 2026, Kombes Pol Marupa Sagala, menyampaikan bahwa situasi keamanan dan ketertiban masyarakat secara umum tetap aman dan kondusif. Meski demikian, ia menegaskan bahwa arus kendaraan masih terus bergerak padat, terutama dari Jakarta menuju berbagai daerah tujuan mudik dan wisata.
Data Jasa Marga Command Center menunjukkan sebanyak 2.007.253 kendaraan telah keluar dari Jakarta hingga Minggu pagi. Angka itu setara dengan 56,9 persen dari total proyeksi. Marupa menjelaskan bahwa lonjakan terbesar muncul di Gerbang Tol Cikampek Utama yang mengarah ke jalur Trans Jawa. Petugas di lapangan tetap mampu menjaga lalu lintas agar tetap terkendali meski volume kendaraan terus meningkat.
Polri Memantau Arus Balik dan Mengingatkan Pengunjung Wisata agar Tetap Waspada
Marupa juga mencatat arus masuk ke Jakarta mencapai 77.584 kendaraan. Angka itu turun 42,22 persen dibanding kondisi normal. Kepadatan sempat muncul di ruas Tol Jakarta-Cikampek, tetapi petugas masih mengendalikannya di lapangan.
Selain memantau lalu lintas, Polri juga menindak 22 pelanggaran melalui Electronic Traffic Law Enforcement atau ETLE. Petugas kemudian memberi 47 teguran kepada pengendara sebagai langkah pencegahan. Dalam waktu yang sama, Marupa meminta masyarakat tetap berhati-hati saat bepergian ke destinasi wisata, terutama lokasi wisata air seperti pantai, sungai, dan kolam renang.
Ia juga mengimbau pengelola tempat wisata untuk menjaga standar keamanan dan mengatur kapasitas pengunjung dengan ketat. Menurut dia, masyarakat perlu mengatur waktu perjalanan arus balik agar tidak menumpuk pada satu waktu. Ia mendorong pemudik memanfaatkan kebijakan work from anywhere atau WFA untuk menempuh perjalanan secara bertahap.
Pemerintah turut menyiapkan diskon tarif tol pada 26 hingga 27 Maret 2026 untuk membantu masyarakat mengatur perjalanan secara lebih efisien. Polri memprediksi puncak arus balik akan terjadi pada 24 Maret serta 28 dan 29 Maret 2026. Marupa pun menyampaikan selamat Idul Fitri kepada masyarakat dan berharap perjalanan mudik maupun arus balik berlangsung aman, lancar, dan penuh kebahagiaan.
