Warga Minta Palang Perlintasan KA di Petamburan Diperbaiki Karena Rawan Kecelakaan

Warga Mendesak Perbaikan Palang Otomatis Agar Tidak Membahayakan Pengendara
JAKARTA – Warga di Jalan Administrasi, Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, menuntut perbaikan segera palang perlintasan kereta api yang rusak. Palang otomatis yang baru dipasang pada Februari 2026 itu mengalami kerusakan setelah ditabrak motor, sehingga meningkatkan risiko kecelakaan di jalur yang sempit dan padat kendaraan. Syukron (42), warga sekitar, menyatakan bahwa kondisi palang yang tidak berfungsi membuat perlintasan semakin berbahaya. Ia berharap pihak berwenang segera memperbaiki palang untuk melindungi keselamatan pengendara.
Palang Otomatis Rusak Membuat Pengendara Bingung dan Rawan Kecelakaan
Menurut Syukron, perlintasan ini sudah beberapa kali menelan korban sejak tahun lalu. Ketidakteraturan palang otomatis membuat pengendara sering salah menilai situasi, terutama mereka yang terburu-buru. Yadi (38), pengemudi ojek online yang rutin melintasi perlintasan, mengaku waswas karena palang yang tetap terangkat dapat mengecoh pengendara. Ia menekankan bahwa palang harus segera diganti agar pengendara tidak menabrak kereta dan risiko kecelakaan berkurang.
Palang Otomatis Baru Gantikan Sistem Manual yang Dijalankan Warga
Sebelum pemasangan palang otomatis, penjagaan perlintasan dilakukan secara manual oleh warga sekitar yang menarik palang kayu saat kereta lewat sambil menerima sumbangan sukarela. Palang otomatis yang baru beroperasi sejak menjelang bulan puasa 2026 sempat menimbulkan keraguan warga karena ukurannya kecil dan bahan yang digunakan dianggap kurang kokoh. Kerusakan yang terjadi pekan lalu membuktikan kekhawatiran tersebut, sehingga pengawasan manual kembali diperlukan untuk menjaga keselamatan di perlintasan.
Warga Tekankan Pentingnya Perbaikan Cepat Agar Tidak Ada Korban
Warga berharap pihak Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) dan PT KAI segera melakukan perbaikan dan penguatan palang otomatis. Mereka menekankan agar langkah ini dilakukan tanpa menunggu ada korban lagi. Perbaikan yang cepat diharapkan dapat menurunkan risiko kecelakaan, mengingat banyaknya kendaraan yang melintas di jalan sempit ini setiap harinya dan pentingnya keselamatan warga serta pengendara.
