Korban Selamat Ungkap Detik-Detik Kecelakaan Maut Elf di Majalengka yang Tewaskan Enam Warga Karawang

Tofik Hidayat Menceritakan Perjalanan Rombongan Sebelum Kecelakaan Terjadi
Tofik Hidayat (29) mengungkap kronologi perjalanan rombongan keluarganya sebelum kecelakaan maut terjadi di Majalengka. Ia bersama keluarga berangkat pada Minggu (22/3/2026) usai Lebaran untuk berziarah ke Tasikmalaya, kemudian melanjutkan perjalanan wisata ke Pantai Pangandaran.
Setelah itu, rombongan yang berjumlah sekitar 20 orang kembali ke rumah kerabat di Tasikmalaya. Keluarga sempat menyarankan agar mereka beristirahat dan melanjutkan perjalanan pada subuh hari demi keselamatan.
Namun, sopir yang dipanggil Pak Haji memilih tetap berangkat malam itu karena harus kembali ke Karawang sesuai jadwal. Meski keluarga menawarkan tambahan biaya sewa agar perjalanan ditunda, sopir tetap menolak dan melanjutkan perjalanan.
Tofik Hidayat Menegur Sopir karena Mengemudi Terlalu Kencang di Jalur Alternatif
Dalam perjalanan pulang, kendaraan memilih jalur alternatif berdasarkan aplikasi navigasi. Jalur tersebut memiliki medan yang berkelok serta naik turun, sementara sopir diduga belum terbiasa melintasinya.
Tofik yang sempat tertidur terbangun karena mendengar teriakan ibu dan kakaknya yang meminta sopir mengurangi kecepatan. Ia kemudian ikut menegur sopir agar mengemudi lebih pelan karena kendaraan mulai oleng.
Menurutnya, mobil sempat berjalan tidak stabil dan bergerak ke kanan kiri tanpa kendali yang jelas. Kondisi tersebut membuat suasana di dalam kendaraan menjadi tegang sebelum kecelakaan terjadi.
Tofik Hidayat Kehilangan Kesadaran Saat Kecelakaan Terjadi
Kecelakaan terjadi sekitar pukul 23.00 WIB di wilayah Desa Maniis, Kecamatan Cingambul, Majalengka. Tofik mengaku tidak mengingat momen tabrakan karena langsung kehilangan kesadaran saat kejadian berlangsung.
Ia hanya bisa pasrah ketika situasi semakin tidak terkendali. Setelah kejadian, ia baru menyadari bahwa kecelakaan tersebut merenggut nyawa enam orang.
Tofik Hidayat Kehilangan Lima Anggota Keluarganya dalam Insiden Tersebut
Dari enam korban meninggal dunia, lima di antaranya merupakan anggota keluarga Tofik. Ia kehilangan ibunya, dua kakak ipar, serta dua keponakannya dalam tragedi tersebut. Satu korban lainnya merupakan sopir kendaraan.
Kecelakaan ini melibatkan mobil Isuzu Elf bernomor polisi Z 7012 CN yang mengangkut rombongan warga Karawang. Insiden tersebut terjadi saat mereka dalam perjalanan pulang setelah kegiatan ziarah dan wisata.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan berkendara, terutama saat menempuh perjalanan jauh dengan kondisi tubuh lelah dan medan jalan yang menantang.
