Truk Mundur di Tanjakan dan Menewaskan Tiga Penumpang Minibus di Simalungun

Rombongan Keluarga dari Rokan Hilir Berangkat Liburan ke Danau Toba
Liburan keluarga asal Kecamatan Simpang Kanan, Kabupaten Rokan Hilir, Riau, berubah menjadi duka setelah kecelakaan maut terjadi di jalur alternatif Simpang Palang-Simpang Sitahoan, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Selasa siang, 24 Maret 2026. Rombongan itu menumpang minibus bernomor polisi BM 1796 UL dan berencana menuju Danau Toba, Parapat, untuk berlibur bersama keluarga.
Namun perjalanan mereka terhenti saat kendaraan melintas di ruas jalan menanjak. Dari arah depan, sebuah truk bermuatan material konstruksi melaju di jalur yang sama dan kemudian kehilangan tenaga saat menanjak. Kondisi itu membuat truk mundur tanpa kendali dan menghantam minibus yang berada tepat di belakangnya.
Benturan Keras Meremukkan Bagian Depan Minibus
Tabrakan itu langsung memicu kerusakan parah pada bagian depan minibus. Bodinya ringsek keras dan menjepit sejumlah penumpang di dalam kabin. Tiga orang kemudian meninggal di lokasi kejadian akibat terjepit badan kendaraan yang hancur.
Aminullah (45), ayah dari salah satu korban tewas, mengatakan bahwa truk di depan mobil keluarga mereka tidak sanggup menanjak lalu mundur dan menabrak kendaraan yang ditumpangi kerabatnya. Ia menyampaikan keterangan itu saat berada di RSUD Djasamen Saragih, Pematangsiantar.
Petugas Mengevakuasi Korban dan Menangani Luka-Luka
Kecelakaan tersebut merenggut nyawa sopir minibus, S (50), bersama dua penumpang remaja, J (17) dan YP (17). J merupakan anak sulung Aminullah, sedangkan YP merupakan anak dari adik mertuanya. Petugas kemudian mengevakuasi ketiga jenazah ke ruang instalasi jenazah RSUD Djasamen Saragih.
Selain tiga korban tewas, tiga penumpang lain mengalami luka-luka. Dua orang mengalami luka ringan, sedangkan satu korban lainnya masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Seluruh korban berasal dari rombongan keluarga yang sama dan ikut dalam perjalanan liburan menuju Parapat.
Keluarga Menghentikan Liburan dan Menunggu Kepastian Perawatan
Aminullah menjelaskan bahwa rombongan keluarga sempat berpisah jalur sebelum insiden terjadi. Ia sendiri sedang melayat ke Lubuk Pakam, sementara anggota keluarga lain sempat singgah di Kabupaten Batu Bara sebelum melanjutkan perjalanan. Rencana berlibur yang mereka susun justru berubah menjadi tragedi di jalan tanjakan itu.
Kini keluarga fokus mengurus pemulangan jenazah dan perawatan korban selamat. Mereka berharap petugas dan rumah sakit dapat membantu proses lanjutan agar seluruh penanganan berjalan cepat dan layak.
