Dedi Mulyadi Menyalurkan Santunan Rp 150 Juta untuk Keluarga Korban Kecelakaan Majalengka

Gubernur Jawa Barat Menyampaikan Duka dan Menguatkan Keluarga Korban
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan belasungkawa mendalam atas kecelakaan maut yang melibatkan kendaraan Isuzu Elf Microbus di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, pada Selasa, 24 Maret 2026. Kecelakaan itu menewaskan enam orang dan melukai belasan penumpang lain yang seluruhnya berasal dari rombongan keluarga asal Karawang.
Dedi menyampaikan doa agar para korban yang meninggal mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan. Ia juga meminta keluarga yang ditinggalkan tetap tabah menghadapi musibah tersebut. Menurutnya, duka yang menimpa keluarga korban tidak hanya menyangkut kehilangan nyawa, tetapi juga menyisakan banyak kebutuhan mendesak yang harus segera ditangani.
Dalam pernyataannya pada Rabu, 25 Maret 2026, Dedi menekankan bahwa perhatian terhadap keluarga korban harus berjalan secepat mungkin. Ia menilai pemerintah perlu hadir bukan hanya saat kejadian berlangsung, tetapi juga ketika keluarga mulai menghadapi proses pemakaman, tahlilan, dan kebutuhan hidup setelah kehilangan anggota keluarga.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat Memberikan Bantuan untuk Meringankan Beban Keluarga
Sebagai bentuk empati, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyalurkan bantuan uang duka cita sebesar Rp 150 juta kepada keluarga korban meninggal. Dedi menyebut bantuan itu sebagai bekal awal bagi keluarga yang harus melanjutkan kehidupan setelah tragedi tersebut.
Ia menjelaskan bahwa keluarga korban, terutama dari pihak sopir, akan menghadapi banyak kebutuhan setelah musibah. Karena itu, pemerintah daerah bergerak cepat agar keluarga tidak menanggung beban sendirian. Ia juga menegaskan bahwa perhatian semacam ini harus menjadi bagian penting dari kerja pemerintah saat warga mengalami kehilangan besar.
Dedi menyampaikan bahwa kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan itu memakai pelat hitam dan berstatus mobil pribadi, meski disewa untuk perjalanan rombongan. Karena statusnya bukan angkutan umum resmi, kendaraan tersebut tidak mendapat santunan dari Jasa Raharja. Pemerintah Provinsi Jawa Barat kemudian mengambil langkah langsung untuk membantu keluarga para korban.
Dedi Mulyadi Mengingatkan Pemudik untuk Mengutamakan Keselamatan
Selain menyampaikan santunan, Dedi juga mengingatkan para pemudik agar lebih berhati-hati selama perjalanan. Ia meminta pengendara yang melintas di Jawa Barat, termasuk warga dari Jawa Timur dan Jawa Tengah, untuk tidak memaksakan diri jika kondisi tubuh sudah lelah.
Ia menegaskan bahwa keselamatan jauh lebih penting daripada kecepatan sampai tujuan. Menurutnya, pemudik sebaiknya berhenti sejenak di perjalanan ketika merasa tidak sanggup melanjutkan perjalanan dengan aman. Dengan begitu, mereka dapat kembali ke rumah atau tempat kerja setelah Lebaran tanpa menambah risiko kecelakaan di jalan.
