Kecelakaan maut yang melibatkan truk wing box tronton di Tol Wiyoto Wiyono, Jakarta Utara, menewaskan tiga orang pekerja pemeliharaan jalan tol. Peristiwa tragis tersebut terjadi pada Rabu malam sekitar pukul 23.40 WIB di Kilometer 20.200 A. Insiden ini menegaskan kembali bahaya besar kelalaian manusia saat mengemudi dalam kondisi lelah.
Sopir truk bernomor polisi B 9334 DU, Ferdy Yulianto Ardi, mengemudikan kendaraannya dari arah Tanjung Priok menuju Pluit di lajur satu. Kasat Patroli Jalan Raya Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Reiki Indra Brata Manggala menjelaskan bahwa pengemudi tiba-tiba kehilangan kesadaran akibat mengalami microsleep. Kendaraan besar itu langsung bergerak liar dan menabrak pembatas jalan berupa traffic cone di area kerja.
Microsleep Memicu Truk Menghantam Mobil Operasional dan Pekerja Jalan
Laju truk yang tak terkendali terus menerus meluncur hingga meremukkan mobil pikap operasional Citra Marga bernomor polisi B 9468 UAO. Hantaman keras tersebut juga mengenai para petugas yang sedang memperbaiki jalan tol secara langsung. Benturan dahsyat ini mengakibatkan tiga orang pekerja tewas di lokasi kejadian sebelum sempat mendapatkan pertolongan medis.
Pakar keselamatan berkendara menilai insiden ini sebagai dampak nyata dari penurunan respons otak secara mendadak saat mengemudi. Training Director Real Driving Centre Marcell Kurniawan menegaskan bahwa pengemudi sering kali mengabaikan sinyal kelelahan tubuh. Kegagalan mengantisipasi rasa kantuk membuat seseorang kehilangan kemampuan mengambil keputusan krusial di jalan raya.
Pakar Keselamatan Mewajibkan Pengemudi Beristirahat Berkala Saat Memulai Perjalanan Jauh
Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia Sony Susmana menambahkan bahwa microsleep muncul dari akumulasi kelelahan yang memuncak pada tiga hingga empat jam mengemudi. Posisi duduk yang statis serta kondisi jalanan yang monoton mempercepat munculnya titik jenuh pada otak pengemudi. Kondisi ini membuat sistem saraf berhenti merespons lingkungan sekitar secara tiba-tiba.
Para ahli keselamatan menyarankan pengemudi untuk menyiapkan pengemudi cadangan sebelum menempuh perjalanan jauh. Pengemudi wajib menyempatkan waktu beristirahat minimal setiap dua jam sekali dan memenuhi kebutuhan tidur yang cukup. Langkah pencegahan ini menjadi kunci utama untuk menghindari potensi kecelakaan fatal di jalan tol.
