Seorang pendaki remaja bernama Komang Sandi Darmawan (15) terperosok ke dalam jurang sedalam 12 meter saat mendaki Gunung Agung, Kabupaten Karangasem, Bali, pada Minggu. Korban yang merupakan warga Desa Sebudi tersebut jatuh di ketinggian 2.500 meter di atas permukaan laut. Tim SAR gabungan membutuhkan waktu nyaris lima jam untuk mengevakuasi korban yang bertahan dalam kondisi selamat dan sadar.
Peristiwa naas ini bermula ketika korban bersama rekannya memulai perjalanan dari jalur Pura Pasar Agung pada Minggu dini hari sekitar pukul 00.30 WITA. Setelah menempuh pendakian selama beberapa jam, korban kehilangan keseimbangan dan terpeleset hingga masuk ke jurang pada pukul 06.30 WITA. Rekan korban segera bergegas mencari bantuan dan melaporkan insiden tersebut kepada pemandu lokal serta Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem.
Petugas Mengerahkan Tim Gabungan untuk Menjangkau Lokasi Kejadian
Basarnas Karangasem yang menerima laporan pada pukul 08.30 WITA langsung menggerakkan 25 pemandu lokal untuk melakukan pertolongan awal. Petugas SAR gabungan kemudian menyusul naik secara bertahap dalam beberapa gelombang guna menembus medan yang curam. Sekitar pukul 11.15 WITA, tim SAR berhasil bertemu dengan rombongan pemandu yang sedang membimbing korban turun di ketinggian 1.900 mdpl.
Operasi penyelamatan ini melibatkan personel gabungan dari BPBD Karangasem, TNI, Polri, hingga warga setempat. Tim gabungan harus berhadapan dengan cuaca ekstrem berupa hujan gerimis yang membuat trek licin serta kabut tebal yang menghalangi pandangan. Meski menghadapi tantangan berat, semangat tinggi para petugas berhasil membawa korban tiba di posko utama pada pukul 12.15 WITA.
Petugas Merujuk Korban ke RSUD Karangasem Guna Penanganan Medis
Setibanya di area parkir Pura Pasar Agung, tim medis Puskesmas Selat langsung memberikan pertolongan darurat kepada korban. Mengingat korban mengalami benturan di bagian kepala akibat terjatuh, petugas segera membawa Komang menuju RSUD Karangasem menggunakan ambulans pada pukul 12.25 WITA. Langkah cepat ini memastikan korban mendapat penanganan medis secara intensif usai bertahan dari insiden tragis tersebut.
