Aksi ratusan pengendara sepeda motor yang memenuhi kawasan underpass Universitas Lampung (Unila) di Jalan ZA Pagar Alam, Gedong Meneng, Bandar Lampung, memicu keresahan masyarakat. Para pemuda tersebut rutin berkumpul dan memarkirkan kendaraan di tengah jalan setiap akhir pekan. Aksi penutupan sebagian badan jalan ini beredar luas setelah rekaman videonya viral di berbagai media sosial.
Kerumunan pemotor tersebut menghambat laju kendaraan lain yang hendak melintas di jalur utama. Pengendara yang melintas terpaksa memperlambat laju kendaraan karena ruang jalan menyempit secara drastis. Selain memicu kemacetan, para pemuda tersebut juga menggunakan knalpot brong yang bising sehingga mengganggu kenyamanan warga sekitar.
Kerumunan Remaja Menggunakan Badan Jalan demi Konten Media Sosial
Sebagian besar remaja tersebut memanfaatkan area underpass sebagai lokasi berkumpul sekaligus tempat pembuatan konten video. Aktivitas yang memakan hampir seluruh lebar jalan ini meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas bagi pengguna jalan lain. Warga menilai aksi nekat para remaja tersebut sangat membahayakan keselamatan umum dan merusak ketertiban lalu lintas.
Polresta Bandar Lampung Meningkatkan Patroli dan Menindak Penutup Jalan
Kapolresta Bandar Lampung Kombes Pol Herbin Sianipar menegaskan bahwa kepolisian tidak akan membiarkan aksi penutupan jalan umum tersebut terus berulang. Pihaknya langsung menginstruksikan jajaran untuk meningkatkan patroli rutin di titik-titik rawan kerumunan, konvoi, hingga potensi tawuran. Kepolisian siap menindak tegas setiap pelanggaran hukum demi mengembalikan fungsi jalan raya dan menjamin keselamatan pengguna jalan.
