Korban Luka Bakar Bus ALS Meninggal Setelah Tiga Hari Dirawat, Jumlah Korban Tewas Naik Menjadi 17 Orang

Tim Medis RSUD Rupit Kehilangan Satu Korban Selamat yang Menjalani Perawatan Intensif
Jumlah korban meninggal dunia dalam kecelakaan maut antara Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dan truk tangki bahan bakar minyak di Jalan Lintas Sumatera, Kabupaten Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan, kembali bertambah pada Jumat (8/5/2026). Korban terbaru bernama Muhamad Tahrul Hubaidi (31), warga Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif selama tiga hari di RSUD Rupit.
Korban mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 11.00 WIB. Kanit Gakkum Sat Lantas Polres Muratara, Aiptu Iin Sodikin, membenarkan kabar tersebut. Dengan meninggalnya Tahrul, jumlah korban tewas dalam kecelakaan tragis itu kini mencapai 17 orang.
Sebelumnya, Tahrul termasuk salah satu korban yang berhasil selamat dari insiden maut yang terjadi pada Rabu (6/5/2026) siang di wilayah Kelurahan Karang Jaya, Kecamatan Karang Jaya. Namun, kondisi fisiknya terus menurun akibat luka bakar berat yang mencapai 90 persen di hampir seluruh tubuhnya.
Meski tim medis telah memberikan penanganan maksimal di ruang intensive care unit atau ICU, luka bakar yang terlalu parah membuat nyawanya tidak tertolong.
Keluarga Korban Mengungkap Tahrul Berangkat ke Sumatera Barat untuk Mencari Pekerjaan
Keluarga korban kemudian mengungkap latar belakang perjalanan Tahrul sebelum kecelakaan terjadi. Menurut Murni, yang merupakan saudara ipar korban, Tahrul berangkat menuju Sumatera Barat dengan tujuan mencari pekerjaan dan memperbaiki kondisi ekonomi keluarga.
Ia menumpang Bus ALS karena berencana menemui kerabat yang sudah lebih dulu tinggal di wilayah tersebut. Namun, perjalanan itu justru berubah menjadi tragedi yang merenggut nyawanya.
Setelah menerima kabar kecelakaan, keluarga korban yang berada di Sumatera Barat langsung menuju Musi Rawas Utara untuk memastikan kondisi Tahrul.
Polisi Terus Menangani Korban Selamat dan Menyelidiki Penyebab Kecelakaan
Sementara itu, aparat kepolisian masih menangani para korban selamat yang kini menjalani perawatan di RSUD Rupit. Sebagian korban bahkan direncanakan menjalani rujukan ke Palembang agar mendapatkan penanganan medis lanjutan.
Kasat Lantas Polres Muratara, AKP M Karim, juga membenarkan kabar meninggalnya Muhamad Tahrul Hubaidi.
Kecelakaan maut antara Bus ALS dan truk tangki minyak itu terjadi setelah kedua kendaraan bertabrakan di Jalinsum Muratara. Benturan keras memicu kobaran api besar yang langsung melahap bus dan truk, sehingga menimbulkan banyak korban jiwa. Hingga kini, proses identifikasi korban dan penyelidikan penyebab kecelakaan masih terus berlangsung.
