Jalur Kalijambe Dorong Polisi Mendesak Percepatan Pembangunan Jalur Penyelamat di Purworejo

Polisi Mendesak percepatan pembangunan jalur penyelamat di jalur Kalijambe karena tingginya risiko kecelakaan
Kalijambe di wilayah Purworejo kembali menjadi sorotan setelah aparat kepolisian menilai jalur tersebut terus memakan korban jiwa. Satuan Lalu Lintas Polres Purworejo mendorong percepatan pembangunan jalur penyelamat karena kondisi jalan yang curam dan ekstrem meningkatkan potensi kecelakaan, terutama bagi kendaraan berat.
Kasatlantas Polres Purworejo AKP Arta Dwi Kusuma mendorong instansi terkait untuk segera merealisasikan pelandaian atau jalur penyelamat di kawasan tersebut. Ia menegaskan bahwa meskipun lebar jalan sudah memenuhi kapasitas, kondisi geografi tetap menimbulkan ancaman serius bagi keselamatan pengguna jalan. Kepolisian juga telah mengirimkan surat resmi sebagai bentuk desakan agar pembangunan segera berjalan.
Aparat mengawasi ketat jalur penghubung Purworejo–Magelang untuk menekan risiko kecelakaan
Arta menjelaskan bahwa jalur Kalijambe menjadi akses penting yang menghubungkan wilayah Purworejo dan Magelang, sehingga banyak pengemudi kendaraan berat memilih rute tersebut untuk memangkas waktu tempuh. Namun, polisi tetap menyoroti kondisi jalan yang menurun panjang dan memiliki tikungan tajam yang meningkatkan risiko kecelakaan fatal.
Untuk menekan angka kecelakaan, polisi memperkuat koordinasi dengan pihak terkait dan meningkatkan pengamanan di titik-titik rawan. Petugas juga aktif melakukan pengawasan di sekitar area pasar dan permukiman warga yang berada di jalur tersebut. Selain itu, aparat memasang rambu larangan serta spanduk imbauan di beberapa lokasi strategis agar pengendara lebih waspada.
Polisi melarang truk sumbu tiga melintas dan mencatat rangkaian kecelakaan fatal di Kalijambe
Polisi melarang sementara truk sumbu tiga melintas di jalur Kalijambe karena kendaraan berat berisiko mengalami kegagalan rem saat menuruni jalan curam. Kebijakan ini diberlakukan untuk mencegah kecelakaan berulang yang dapat menimbulkan korban jiwa lebih banyak.
Dalam catatan kepolisian, jalur ini telah beberapa kali menimbulkan kecelakaan fatal, termasuk insiden pada 7 Mei 2025 yang menewaskan 11 orang serta kecelakaan lain pada 11 November 2025 yang kembali menelan korban jiwa. Kondisi tersebut memperkuat desakan agar pemerintah segera membangun jalur penyelamat sebagai solusi jangka panjang.
Arta menegaskan bahwa seluruh upaya pengamanan saat ini hanya bersifat sementara. Ia menekankan bahwa pembangunan infrastruktur keselamatan menjadi satu-satunya solusi efektif untuk menekan risiko kecelakaan di jalur Kalijambe secara berkelanjutan.
