Emil Dardak Mengevaluasi Banjir dan Kecelakaan di Perlintasan Kereta Usai Lebaran 2026

Emil Dardak Mengaktifkan Kembali Layanan OPD dan Menyoroti Bencana yang Masih Terjadi
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak langsung mengevaluasi sejumlah persoalan usai Idul Fitri 2026, terutama bencana banjir yang masih terjadi di berbagai daerah. Ia memastikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) kembali bekerja penuh mulai Rabu, 25 Maret 2026, untuk melayani masyarakat secara optimal.
Saat ditemui di Kantor Gubernur Jawa Timur, Emil menyampaikan keprihatinannya karena banjir masih melanda sejumlah wilayah. Ia menegaskan bahwa kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat selama periode mudik dan arus balik Lebaran.
Pemerintah Mempercepat Mitigasi Banjir Melalui OMC dan Pemasangan Pompa Air
Selanjutnya, Emil menjelaskan bahwa pemerintah kabupaten, provinsi, hingga pusat terus memperkuat upaya mitigasi. Ia menyebut sejumlah daerah seperti Lamongan, Mojokerto, dan Pasuruan masih terdampak banjir selama masa Lebaran.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur pun menjalankan operasi modifikasi cuaca (OMC) sejak 16 Maret 2026 melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Program ini bertujuan mengurangi potensi bencana hidrometeorologi, meski tidak dapat menghilangkan risiko sepenuhnya.
Selain itu, pemerintah memasang pompa air di titik rawan seperti Karanggeneng, Lamongan. Upaya ini dilakukan untuk mengurangi genangan dan meminimalkan dampak terhadap aktivitas masyarakat, terutama saat arus mudik dan balik berada pada puncaknya.
Emil Dardak Menyoroti Kecelakaan di Perlintasan Kereta Akibat Pelanggaran Pengemudi
Di sisi lain, Emil juga menyoroti meningkatnya kecelakaan di perlintasan kereta api. Ia mengungkapkan bahwa sejumlah insiden justru terjadi di perlintasan yang sudah dilengkapi palang pintu dan sistem peringatan.
Menurutnya, beberapa kecelakaan terjadi karena pengemudi kendaraan roda empat nekat menerobos meskipun sirine telah berbunyi. Dalam salah satu kasus, pengemudi panik setelah mencoba melintas, lalu berusaha mundur atau berbalik arah hingga kendaraan justru terperosok dan tertabrak kereta.
Kondisi ini menunjukkan bahwa faktor kelalaian manusia masih menjadi penyebab utama kecelakaan, meskipun infrastruktur keselamatan telah tersedia.
Emil Dardak Mengimbau Masyarakat Mematuhi Aturan Demi Keselamatan Bersama
Menutup pernyataannya, Emil mengingatkan masyarakat agar selalu mematuhi rambu lalu lintas dan mengutamakan keselamatan saat berkendara. Ia menekankan bahwa disiplin pengguna jalan sangat menentukan keberhasilan upaya pencegahan kecelakaan.
Ia juga menegaskan bahwa pemerintah akan terus melakukan evaluasi dan perbaikan, baik dalam penanganan bencana maupun peningkatan keselamatan transportasi di Jawa Timur.
